Selasa, 02 September 2008

Menjadi Manusia Biasa di Hadapan Orang Lain

Ali bin Abu Thalib Rodhiyallah 'Anhu pernah berkata :
1. Jadilah manusia paling baik disisi Allah,
2. Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu,
3. Jadilah manusia biasa di hadapan orang lain.

Syekh 'Abdul Qadir Jailani berkata:

Bila engkau bertemu dengan seseorang, hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu dan katakan dalam hatimu: 'Boleh jadi dia lebih baik di sisi Allah daripada diriku ini dan lebih tinggi derajatnya.'

Jika dia orang yang lebih kecil dan lebih muda umurnya daripada dirimu, maka katakanlah dalam hatimu: 'Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah, sedangkan aku adalah orang yang telah banyak berbuat dosa, maka tidak diragukan lagi kalau derajat dirinya jauh lebih baik daripada aku'

Bila dia orang yang lebih tua, maka hendaknya engkau mengatakan dalam hati: 'Orang ini telah lebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku'

Jika dia orang yang 'Alim, maka katakan dalam hatimu: 'Orang ini telah diberi oleh Allah sesuatu yang tidak bisa aku raih, telah mendapatkan apa yang tidak bisa aku dapatkan, telah mengetahui apa yang tidak aku ketahui dan telah mengamalkan ilmunya'

Bila dia orang bodoh, maka katakan dalan hatimu: 'Orang ini durhaka kepada Allah karena kebodohannya, sedangkan aku durhaka kepada-Nya, padahal aku mengetahuinya. Aku tidak tahu dengan apa umurku akan Allah akhiri atau dengan apa umur orang bodoh itu akan Allah akhiri (apakah dengan husnul khatimah atau dengan su'ul khatimah).'

Bila dia orang kafir, maka katakan dalam hatimu: 'Aku tidak tahu, bisa jadi dia akan masuk Islam, lalu menyudahi seluruh amalannya dengan amal shalih, dan bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir, lalu menyudahi seluruh amalanku dengan amal yang buruk.' "

Semoga bermanfaat bagi kita bersama

NB : dikutip dari buku Nasha-ihul Ibaad (Penulis Imam Nawawi Al-Bantani)

Kelaparan atau Dimakan Singa?

Setiap pagi, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada singa. Kalau tidak, ia akan dimakan singa.

Setiap pagi, seekor singa bangun. Ia tahu bahwa ia harus lari lebih cepat daripada rusa. Kalau tidak, ia akan mati kelaparan.

Tidak menjadi soal apakah anda seekor singa ataukah seekor rusa. Begitu matahari terbit, sebaiknya anda berlari!

Jangan lewatkan waktu sedetik pun, cepatlah berlari menjemput impian anda! Berusaha adalah mengambil resiko. Tapi resiko harus dihadapi karena bahaya terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali.

Orang yang tidak berani menghadapi resiko, tidak akan melakukan apa-apa, tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Mereka mungkin saja menghindari penderitaan dan kesengsaraan. Tapi mereka tidak bisa belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai atau hidup.

Dalam keadaan terikat oleh kepastian, mereka telah mengekang kebebasan mereka sendiri. Hanya orang yang berani mengambil resiko adalah orang yang bebas.

Ambil resiko SEKARANG!!